Sejak 2009, PT Mitrabara Adiperdana (MBAP) menjalankan program CSR di bidang pendidikan melalui inisiatif Pelita Menang yang berfokus pada peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Malinau, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Program ini dimulai di Desa Long Loreh dan Desa Langap melalui pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai sarana belajar tambahan yang mudah diakses. Pada tahap awal, akses terhadap bahan bacaan masih terbatas dan, berdasarkan asesmen lapangan, sekitar 50% pelajar telah memiliki kemampuan literasi dasar, sementara sisanya masih memerlukan pendampingan lebih lanjut. Kehadiran TBM kemudian menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses literasi di tingkat desa.
Seiring berjalannya waktu, program ini berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra komunitas yang terlibat dalam replikasi taman baca pada periode 2021–2022 di beberapa desa lain di Malinau. Hingga 2025, jumlah taman baca yang terbangun telah mencapai puluhan titik dengan keterlibatan aktif masyarakat. Untuk memperkuat partisipasi pelajar, tim CSR MBAP menginisiasi Gema Literasi (Gerakan MA Bangun Literasi) sebagai bagian dari rangkaian Pelita Menang. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk perlombaan literasi yang melibatkan peserta dari jenjang TK hingga SMA dan pertama kali dilaksanakan di Malinau Selatan, serta mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

Dari sisi hasil, peningkatan literasi di desa binaan menunjukkan perkembangan yang signifikan berdasarkan data tahun 2025. Beberapa wilayah mencatat kenaikan hingga 100%, dengan Desa Long Loreh mencapai peningkatan sekitar 90%. Selain itu, tiga desa binaan MBAP mencatat capaian literasi dan pendidikan yang lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan melalui penyediaan akses bacaan dan kegiatan literasi memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Keberlanjutan program menjadi salah satu faktor penting dalam implementasi Pelita Menang. Taman baca masyarakat yang sebelumnya diinisiasi perusahaan kini telah diadopsi sebagai bagian dari program strategis daerah. Pemerintah kabupaten melalui dinas terkait mengalokasikan anggaran tahunan kurang lebih sebesar 15 juta Rupiah untuk mendukung operasional TBM di sekolah-sekolah. Memasuki 2026, program ini masih berjalan dengan rencana kolaborasi lanjutan bersama mitra komunitas dan Dinas Pendidikan untuk kembali menyelenggarakan Gema Literasi. Seiring dengan telah ditetapkannya taman baca masyarakat sebagai bagian dari program strategis daerah, inisiatif ini juga dinilai telah mencapai tingkat kematangan yang memadai untuk secara bertahap dikelola dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat setempat.